The Fall (2006), Sebuah Mahakarya Seni

Di atas langit masih ada langit.
Di balik cerita tersimpan cerita..

TheFall(2006)-cover_large-ed

“Aku akan menceritakan kepadamu sebuah kisah hebat tentang cinta dan balas dendam..”

thefall06dp6-ed

Tak diragukan lagi sinematografi jadi kelebihan film ini. Gambar-gambar yang disajikan dalam film karya sutradara Tarsem Singh ini sungguh unik, indah menakjubkan, memanjakan mata yang melihatnya. Pemandangan dan perpaduan warna dalam film ini sangat mempesona. Di beberapa adegan bahkan sekilas mengingatkan kita pada lukisan surealis Salvador Dali, pelukis terkenal ‘bapak surealisme’ asal Spanyol.

Bukan itu saja. Dari segi cerita, film ini pun merupakan campuran memikat drama-aksi-fantasi, komedi-getir yang unik. Desain kostum para pemainnya juga luar biasa. Dan yang lebih menakjubkan lagi adalah kualitas akting Alexandria yang diperankan gadis cilik polos nan lugu asal Rumania, Catinca Untaru, dengan dialek bahasa Inggrisnya yang lucu menggemaskan. Bahkan aktingnya bisa dikatakan termasuk salah satu yang terbaik yang pernah diperankan anak-anak dalam film.

Tanpa bermaksud melebih-lebihkan, ini adalah film yang luar biasa, brilian, nyaris sempurna, sebuah mahakarya seni yang menunjukkan kekuatan imajinasi. Inilah sebuah film yang bisa membuat terpesona siapa pun yang menontonnya. Kenyataannya memang hampir semua yang sudah menonton memberi komentar yang positif. Film bagus dan hebat memang sudah banyak beredar, tapi seperti kata pepatah: di atas langit masih ada langit.

thefall07ej0-ed

Dari awal permulaannya film ini sudah menampilkan gambar unik yang membuat mata terpesona. Yaitu sebuah kecelakaan akibat aksi adegan berbahaya dalam pembuatan film di sebuah jembatan di atas sungai. Adegan ini berlangsung dalam gerak lambat yang dramatis dengan warna hitam-putih.

Movie Trailer The Fall (2006)

Download The Fall (2006)

Kejadian itulah yang menjadi awal kisah film ini. Roy Walker (Lee Pace), seorang pemeran pengganti (stuntman) dalam pembuatan film itu mengalami kecelakaan hingga harus dirawat di sebuah rumah sakit di Los Angeles. Di tempat itulah ia bertemu dengan seorang gadis cilik bernama Alexandria, yang juga harus dirawat karena tangannya patah saat ia terjatuh ketika sedang memetik buah-buahan.

I’ll tell you an epic tale of love and revenge..

Dari pertemuannya itulah Lee Pace menceritakan pada gadis cilik itu sebuah kisah khayalan tentang cinta dan balas dendam. Maka dari kamar rumah sakit itulah cerita surealis-fantasi ini bermula. Inilah film yang menyimpan cerita di balik cerita.

Alkisah di sebuah pulau asing yang kecil dan terpencil tersebutlah 5 orang yang mempunyai satu tujuan hidup yang sama yaitu ingin membalaskan dendam mereka dengan membunuh seorang Gubernur Spanyol bernama Odious. Kelima orang yang menamakan diri kelompok Bandit ini masing-masing mempunyai alasan untuk membunuh sang Gubernur.

Otta Benga, seorang berkulit hitam berbadan besar, tadinya adalah seorang budak sang Gubernur. Ia bermaksud membalas dendam atas kematian kakaknya yang juga adalah budak. Setelah ia kabur dan membebaskan dirinya sendiri maka ia bersumpah ingin membunuh sang Gubernur.

Kemudian ada si India. Ia bersumpah ingin membunuh sang Gubernur karena istrinya yang terkenal cantik jelita diculik oleh sang Gubernur dan akhirnya istrinya mati bunuh diri.

Lalu ada lagi Luigi, seorang ahli bahan peledak. Ketika ia menemukan bom jenis baru ia justru diusir dari negrinya oleh sang Gubernur. Namun ketika ia kembali tak ada seorang pun yang mau bertemu dan berbicara dengannya karena takut pada peraturan sang gubernur yang akan menghukum mati siapa pun yang bicara atau bertemu dengannya. Bahkan sang pendeta pun tak ingin berbicara padanya. Luigi pun marah dan bersumpah ingin membunuh sang Gubernur.

Ada lagi seorang ilmuwan Inggris yaitu Charles Darwin bersama monyet kecilnya bernama Wallace. Sebagai seorang ilmuwan ia senang mengamati makhluk hidup termasuk kupu-kupu langka Americana Exotica. Suatu hari ia menerima kiriman sebuah kotak dari sang Gubernur yang berisi seekor kupu-kupu Americana Exotica yang sudah mati. Maka sejak itu ia berniat membunuh sang Gubernur.

Dan akhirnya pemimpin dari kelompok Bandit itu adalah sang pahlawan bertopeng. Ia berniat membunuh sang Gubernur karena saudara kembarnya, yaitu bandit bertopeng biru ditangkap dan akan dieksekusi oleh sang Gubernur.

Begitulah akhirnya kelima orang itu dibuang ke sebuah pulau kecil nan terpencil oleh sang Gubernur Odious dengan maksud supaya akhirnya mereka bisa saling membunuh untuk bertahan hidup. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Takdir dan kesamaan nasib justru menyatukan dan memperkuat tekad mereka bersama yaitu membunuh sang Gubernur.

Maka mereka pun melakukan perjalanan panjang melintasi berbagai negeri untuk menemukan sang Gubernur. Bahkan mereka juga sempat mampir melihat keindahan bentangan sawah bersusun di Indonesia, tepatnya di Bali. Tari kecak yang dipimpin oleh penari Bali terkenal I Ketut Rina juga sempat ditampilkan dan menjadi bagian cerita dalam film ini.

Pembuatan film ini memang mengambil gambar pemandangan-pemandangan indah di berbagai belahan dunia, di antaranya mulai dari Fiji, Namibia, India, Kamboja hingga Indonesia. Ada tak kurang dari 26 lokasi pengambilan gambar di lebih dari 18 negara dalam pembuatan film ini. Terkait dengan pemandangan-pemandangan surealis dalam film ini sang sutradara mengklaim bahwa tak ada special effects dalam pembuatan film ini. Seluruh syuting dilakukan di lokasi yang sebenarnya.

Tarsem Singh sampai menghabiskan waktu 4 tahun dengan biaya jutaan dolar dari koceknya sendiri untuk membuat film ini, termasuk menulis dan menyutradarai sendiri. Bisa dibilang ini memang sebuah proyek idealis dari seorang sutradara yang sering membuat iklan-iklan produk terkenal seperti Nike, Coca Cola, Levi’s dan peraih Best Director MTV Video Music Awards 1991 untuk lagu R.E.M Loosing My Religion.

Adegan tari Kecak di Bali dalam film ini tampaknya memang terinspirasi dari film Baraka (1992). Dan Tarsem juga mengaku untuk adegan di rumah sakit di mana Roy bercerita pada Alexandria terinspirasi dari film Bulgaria Yo Ho Ho (1981). Namun dalam film The Fall ini Tarsem membuatnya jadi lebih baik. Poster film ini juga rupanya terinspirasi dari sebuah Lukisan Salvador Dali “1935_03_Face of Mae West Which May Be Used as an Apartment”, circa 1935.

I want to look at you until I die..

Seiring Alexandria yang semakin hanyut dalam cerita khayalan Roy, tujuan Roy sebenarnya adalah membujuk Alexandria supaya mau mengambilkannya obat untuk bunuh diri karena ia merasa depresi akibat kecelakaan yang menghancurkan karirnya di dunia film. Dan lebih getir lagi: ia patah hati karena kekasihnya mencintai seorang aktor lain yang menjadi lawan mainnya.

Namun di luar dugaan, ketika kisah itu mengalir mendekati garis kematian, yang terjadi kemudian adalah Alexandria dan Roy justru membaur masuk ke dalam dunia cerita khayalan itu, mengaburkan batas-batas antara dunia nyata dan fantasi. Mereka berdua menjadi bagian dari cerita di dunia imajiner itu.

Karena keindahan sinematografinya tak heran jika The Fall meraih penghargaan Best Cinematography di Austin Film Critics Award 2008. Di Berlin International Film Festival 2007 film ini juga meraih Crystal Bear – Special Mention Award dan bahkan Best Film di Sitges – Catalonian International Film Festival. Akting memikat si gadis cilik Catinca Untaru juga dinominasikan sebagai Best Performance di Academy of Science Fiction, Fantasy & Horror Films, USA 2009. Situs film di internet, IMDB, memberi rating 8.0 dalam skala 10 untuk film ini. Tapi rasanya nilai 9.0 pun masih layak disematkan.

Di akhir film sang sutradara juga seolah ingin menyampaikan sebuah pesan getir bahwa dengan film ini ia juga sekaligus ingin memberikan penghargaan kepada para aktor pemeran pengganti (stuntman) dalam adegan-adegan berbahaya di zaman awal film-film terdahulu, ketika film masih hitam-putih dan teknologi belum banyak membantu, ketika film masih bisu, tapi membuat hati kita bergetar tanpa ragu..

The Fall (2006)

Director: Tarsem Singh
Executive Producer: Ajit Singh, Tommy Turtle
Producer: Tarsem Singh
Screenplay: Dan Gilroy, Nico Soultanakis, Tarsem, based on the film Yo Ho Ho by Zaco Heskija
Cinematographer: Colin Watkinson
Editor: Robert Duffy
Production Designer: Ged Clarke
Music: Krishna Levy
Principal Cast: Lee Pace, Catinca Untaru, Justine Waddell, Daniel Caltagirone, Leo Bill

(Pandasurya, Juni’09)

6 thoughts on “The Fall (2006), Sebuah Mahakarya Seni

  1. I really recommend this film to everyone in this world. such a beautiful film.
    seneng banget sama aktingnya Catinca, sayang filmnya gak banyak. Dan Lee Pace disini extremely ganteng hehehe
    Pas Bali disorot rasanya jantung gue mau copot, gatau kenapa rasanya sedih sekaligus bangga. Sedih karena keindahan Bali justru terpotret di karya orang luar, walau karya dalam negeri juga banyak sih. bangga karena Bali masih Indonesia kan? hehe..

    Review filmnya nice banget. Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s