Kenapa Membaca Sastra?

open bookDi suatu masa, entah kapan dan di mana
Seseorang mungkin akan bertanya kepadamu,
“Kenapa dirimu membaca sastra?”

Dan inilah jawabmu:
“Karena sastra, yang pertama dan utama, memberi pelajaran tentang hidup
Pelajaran yang tak didapat di ruang-ruang kelas mana pun

Karena sastra adalah seni
Seni bercerita, seni kata, gaya bahasa, pilihan kata,
cara pengungkapan penuh makna

Karena sastra bisa mengetuk pintu hati untuk sampai pada kesadaran
Kesadaran tentang hidup dan kehidupan, tentang kenyataan
tentang ketulusan
tentang diri dan orang lain
tentang kemanusiaan dan dunia
tentang alam semesta, Tuhan dan cinta
dari bilik sunyi hingga ke kedalaman samudra
dari gelapnya rimba belantara hingga ke batas cakrawala

Karena sastra juga berarti menata hati dan pikiran,
segenap panca indra, jiwa dan raga
Karena sastra memberi hati pada duka luka
pada kepedihan, penderitaan dan kebahagiaan
Karena sastra menerbitkan tangis dalam tawa

Selalu ada masanya sastra bisa memberi rasa
bagi mereka yang mati rasa
atau sekadar mencoba berdamai dengan rasa hampa
karena sastra memberi cahaya

Karena sastra menyentuh relung jiwa, menginspirasi sanubari

Dan karena sastra memberi getar pada hidup..”

(Jakarta, Mei-Agustus’09)

Kasihan deh Endonesa..

Kesimpulannya jelas, sejelas matahari di siang bolong:
Media massa boleh hiruk pikukregistrars_no_vote
Politisi makin busuk
Koalisi partai boleh ramai
Capres dan cawapres tebar pesona
Tapi rakyat?
Rakyat tak peduli itu semua
Karena mereka muak dan kecewa
Angka 49,6 juta golput adalah bukti nyata

Ya, pada akhirnya Pemilu mengajarkan pada kita
“Apa arti kecewa yang sebenarnya”
Kasihan deh Endonesa..

(Jakarta, Mei’09)

Nasib

soe_hok_gie_08aug_2Seorang filsuf Yunani pernah berkata bahwa nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan tersial adalah umur tua.

“A Greek philosopher once wrote… The best fate is that of the unborns, the second one is that of those born yet die young, and the worst is that of those who die in the old age. I feel that this is right: Happy are those who die young.”

(Soe Hok Gie [17 Des 1942-16 Des 1969], Cat. Harian Seorang Demonstran h. 96)

soehokgie2

That I Would Be Good

Konon sebuah lagu bisa menjadi sumber kekuatan atau inspirasi di saat kita sedang jatuh, terpuruk atau hampir putus harapan. Seperti lagu yang satu ini, indah dan menyentuh..

That I Would Be Good by Alanis Morissette

That I would be good even if I did nothing
That I would be good even if I got the thumbs down
That I would be good if I got and stayed sick
That I would be good even if I gained ten pounds

That I would be fine even if I went bankrupt
That I would be good if I lost my hair and my youth
That I would be great if I was no longer queen
That I would be grand if I was not all knowing

That I would be loved even when I numb myself
That I would be good even when I am overwhelmed
That I would be loved even when I was fuming
That I would be good even if I was clingy

That I would be good even if I lost sanity
That I would be good
whether with or without you

Download MP3 (klik kanan mouse, save link as/save target as)