Obor

Mungkin iya, seorang yang teguh berjalan mempertahankan prinsip kebenaran adalah seperti pejalan sepi di lorong sunyi. Bekalnya hanyalah sebatang obor yang menerangi pandangannya dari kegelapan sekitar.  Orang lain mungkin bahkan tak peduli dengan pijar  terang obor itu. Mereka terlalu jauh di sana, asyik dengan pesta masing-masing. Tapi pada akhirnya—entah kapan—mungkin ketika pesta berubah menjadi kerusuhan dan banyak jadi korban–orang-orang mungkin akan sadar dan paham bahwa mereka juga butuh obor itu (Pandasurya, Mei 2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s