Dan Malaikat pun..*

a.k.a. Fight Club

Dan setelah semuanya
segalanya sedang menuju kehancuran

9..
8..
7..

Lalu kau membaca Fight Club
dan seperti tersadarkan bahwa
dunia tak pernah seperti yang kaubayangkan
ada dunia lain di luar sana
dan di dalam sini
: gelap yang luput dari kata
gelap yang terlalu menyilaukan

kau bertarung hanya untuk bertarung
berduel dengan orang yang tak pernah kaukenal sebelumnya
: dirimu sendiri
bagaimana kau mengenal dirimu jika kau tak pernah bertarung?
ini bukan soal kalah-menang
pertarungan tak sebanding dengan kata
kau bertarung hanya untuk bertarung
tak ada yang selesai setelah bertarung
tapi juga tak ada lagi yang masih penting

Jika kau tak pernah bertarung
kau bertanya-tanya tentang luka
tentang dunia yang terlalu sempurna
keindahannya, kebusukannya
orang-orang yang serba tau segalanya
matilah dengan segala yang kautau**, katamu
matilah dengan segala kemungkinan
ini tentang mimpi yang tak pernah jadi nyata
gelap yang terlalu menyilaukan

Dan suara-suara yang kau dengar selalu berkata:
“jangan pernah mengharap mati tanpa bekas luka”

6..
5..
4..

Ya, kau tau, ini tentang penghancuran diri
Total. Jenderal. Sampai batas tak berbatas.
Infinity. Definitely.
mungkin kita harus menghancurkan segalanya
untuk menjadi lebih baik
dan tak seorang pun berhak menentukan
seperti apa ‘menjadi lebih baik’ itu

kau marah
kau berdarah
Ya, kau berdarah
tapi jangan pikirkan bahkan sekadar kata “sakit”
Tak ada yang peduli apakah kau hidup atau mati
tak ada bedanya
dan rasa itu menyenangkan
Bencana dan keberuntungan sama saja***

3..
2..
1..

Luka.
Bahagia.
Semuanya terlalu sempurna
tapi tak berarti apa-apa
tak pernah apa-apa
berujung segalanya

(Pandasurya, Juli-Agustus 2010)

*lirik lagu Malaikat–The Milo
**komentar Putu Wijaya di back cover Supernova–Dee
***bait puisi Rendra

3 thoughts on “Dan Malaikat pun..*

  1. kenapa harus membaca fight club untuk tahu rasanya berdarah?
    pergilah ke terminal atau selokan terdekat dimana darah itu berwarna merah ,biru, hitam, dan merah , dan biru.. bercampur dengan serpihan roti basi yang terhunyung dibawa semut kelaparan,, ya bahkan disini semutpun kelaparan!

  2. memang tidak harus membaca fight club dulu untuk tau rasanya berdarah, bro..hehe..langsung gelut ajah klo mau tau mah..

  3. memang dunia susah untuk dibayangkan,berat dijalani,tapi hidup harus berlanjut dan darah harus keluar beserta amarahnya biar sedikit lega

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s