Mengarang adalah Berjuang

Oleh Putu Wijaya

(Di depan guru-guru pemenang karya tulis)

Astya Puri, 14 November 1998

***

Ada tugas, saya harus berbicara di depan guru-guru dari seluruh Indonesia yang memenangkan lomba karya tulis. Topiknya pengalaman pribadi sebagai seorang pengarang. Saya segera menyusun strategi. Bukan saja tentang apa yang akan dibicarakan, tetapi terutama sekali bagaimana membicarakannya.

Pada waktunya, saya muncul ke dalam forum yang diselenggarakan di hotel berbintang tiga itu, tepat waktu, siap, formal. Pakaian saya rapih dan harum untuk mengesankan bahwa zaman seniman Senen sudah lewat. Sekarang seniman itu rapih dan berdisiplin. Saya ingin membuktikan satu hal yang saya anggap sangat penting tentang citra kepengarangan. Bahwa mengarang itu bukan kerja ongkang-ongkangan, tetapi berjuang.

Sebelum masuk ke dalam gedung, berulangkali saya balik makalah saya:

Pendahuluan

Menulis buat saya adalah pekerjaan yang tidak mudah. Bertahun-tahun saya belajar dari tulisan orang lain yang saya kagumi. Saya kagum pada cerita-cerita Pramoedya. Ia terasa kokoh. Bahasanya mengalir, lancar, kaya dengan ungkapan-ungkapan yang baru. Kemudian Toha Mohtar menuntun saya pada kesederhanaan dan kejujuran. Trisnoyuwono mengajarkan saya keberanian untuk menelanjangi diri sendiri. Sementara Rijono Pratikto membuat saya menyadari betapa pentingnya imajinasi dan plot. Lalu Goenawan Mohamad mengajak saya untuk meluaskan wawasan dan menajamkan gagasan. Pekerjaan sebagai wartawan memberikan saya pemahaman pada dead line.

Dari penulis-penulis mancanegara seperti William Saroyan, Hemingway, John Steinback, Anton Chekov, O Henry, Guy De Maupassant, Edgar Allan Poe, Christian Anderson, Boris Pasternak, Samuel Beckett, bahkan juga Agatha Christie dan Sir Conan Doyle, saya mempelajari teknik menyusun plot, takaran dan bobot, pertukangan dan dimensi menulis. Bahwa menulis bukan hanya sekadar bercerita, tetapi juga mengemukakan pendapat dengan strategi yang diperhitungkan namun tanpa kehilangan rasa dan spontanitas. Menulis menjadi mengembangkan pikiran-pikiran. Kemudian berkelanjutan pada menulis sebagai pemaparan pengalaman spiritual yang bertujuan untuk memberikan pengalaman spiritual kepada pembaca.

Pada awal menulis, menerjemahkan ide ke dalam tulisan merupakan saat yang melelahkan. Untunglah saya sudah membaca Teknik Mengarang karya Mochtar Lubis sejak saya di SMA, sehingga saya tahu bagaimana mengatasi rasa jemu dan lelah dan bagaimana memikat pembaca dalam menulis. Buku tersebut menyadarkan kepada saya bahwa seperempat bagian dalam menulis adalah masalah psikologis penulis, seperempatnya lagi masalah teknik penulisan, seperempat berikutnya adalah wawasan dan seperempat terakhir adalah gagasan.

Yang tak kalah pentingnya adalah pertemuan saya dengan penyair dan dramawan Kirjomulyo ketika ia menyutradarai saya untuk memainkan drama Anton Chekov (Badak) di SMA. Kirjomulyo menyadarkan pada saya bahwa mengarang adalah berjuang. Mengarang adalah pekerjaan yang menuntut kerja, berbagai upaya, kesetiaan dan kegigihan. Kerena setelah sebuah karangan selesai, masih banyak yang harus dilakukan, untuk memperjuangkan karangan tersebut hadir selayaknya. Saya baru sadar bahwa mengarang itu adalah perjalanan panjang yang memerlukan kesabaran karena penuh dengan ujian.

Setelah bertahun-tahun menulis, saya menemukan berbagai kiat, yang mungkin sama atau bisa bertentangan dengan kiat-kiat penulis lain. Masing-masing penulis memang memiliki persoalan berbeda dan watak-watak lain serta sasaran yang tidak sama. Berikut ini beberapa kiat yang saya temukan dalam bekerja. Kiat-kiat yang sama sekali tidak berarti dalil. Sekadar pegangan sementara, untuk memudahkan kerja, sampai terbukti ada kebenaran-kebenaran lain. Saya percaya kebenaran itu datangnya perlahan-lahan, tidak henti-hentinya mengalir kepada kita kalau terus bekerja.

Bersambung…ke “Menciptakan Dialog Dalam Tulisan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s