Tiang Listrik Eksotik

Tiang Listrik Kedoya…yang namanya tiang listrik–apa pun jenis, tipe dan warnanya–pasti letaknya di pinggir atau di sudut jalan


Keanehan bisa kita temui di mana pun di bawah kolong langit ini. Termasuk di pelosok-pelosok di antara sela-sela rimba beton Jakarta. Dan yang namanya keanehan bisa berupa barang atau kejadian langka yang berwujud apa pun. Tak terkecuali sebatang-dua batang tiang listrik.

Tiang listrik tetaplah tiang listrik di mana pun dan kapan pun. Tapi di Kecamatan Kebon Jeruk, Kelurahan Kedoya Selatan, tepatnya di jalan Kedoya Raya, sebelum pom bensin patung kuda putih, dekat sebuah bengkel motor, Anda bisa menemukan tiang listrik yang “berani beda” alias lain daripada yang lain. Yang membuatnya lain dari tiang listrik sebangsanya adalah posisinya yang hampir ke tengah jalan, bukan di pinggir jalan. Dan tidak hanya satu tapi 2 buah tiang listrik–meski bukan kembar. Yang satu normal, satunya lagi bengkok, meliuk pengkor, seperti baru ditabrak sesuatu.

Selama ini orang mengenal jalan Kedoya dengan pom bensin patung kuda putihnya. Tak jauh dari situ, hanya berjarak sepelemparan batu (dalam arti sebenarnya), ada tiang listrik nan janggal itu. Tanpa perlu persetujuan siapa pun rasanya layak juga jika kedua tiang itu resmi dijadikan landmark jalan Kedoya Raya. Ditambah lagi belum ada yang punya hak paten untuk memberi nama kedua ”tiang janggal” itu. Anda berminat? Saya sih tidak.

Sejujurnya, saya sempat berpikir bahwa mungkin apa yang saya lihat di jalan Kedoya itu bukanlah termasuk kejadian atau barang langka di Jakarta ini. Tapi sepanjang pengetahuan saya yang berotak terbatas dan super minimalis ini, yang namanya tiang listrik–apa pun jenis, tipe dan warnanya–pasti letaknya di pinggir atau di pojok jalan; tidak mungkin hampir di tengah jalan.

Maka ketika untuk pertama kalinya saya melihat tiang listrik yang aneh itu saya pun langsung berkesimpulan bahwa jangan-jangan tiang listrik itu bisa termasuk salah satu dari 9 keanehan dunia (selain 9 keajaban dunia yang sudah kesohor itu). Yang lebih naas lagi, salah satu tiangnya ternyata pengkor cukup parah dengan arah yang berlawanan arus kendaraan. Mustahil ada orang iseng yang melakukannya dengan tangan kosong. Tertabrakkah? Jawaban paling logis tentunya “ya”. Dengan posisinya yang “mengundang” alias hampir ke tengah jalan, wajar jika ada kendaraan yang apes “mencium” si tiang listrik.

Ya saya tahu, pemandangan “janggal” ini tentu membuat fotografer dari kelas teri sampai kelas kambing pun jadi iseng campur gatal untuk membidikkan lensa kameranya.

Menurut yang empunya cerita, “tiang janggal” itu terjadi karena efek samping dari pelebaran jalan. Melihat posisinya yang seperti itu rasanya memang masuk di akal. Entah sejak kapan tiang listrik yang mulanya ada di pinggir jalan yang tadinya sempit menjadi agak ke tengah setelah pelebaran jalan dilakukan. Jalanan memang makin lebar tapi “uniknya” si tiang listrik itu ogah ikut berpindah posisi mengikuti aturan pelebaran jalan. Artinya, ketika pelebaran jalan dilakukan ternyata tak ada satu pun pihak berwenang yang bertanggung jawab menggeser atau memindahkan 2 tiang tersebut. Mirip-mirip ”lempar batu sembunyi bokong”. Maka jadilah apa yang harus terjadi seperti yang kita lihat sampai hari ini.

Aneh bin ajaib? Eksotik? Terserah bagaimana Anda mau menyebutnya, tapi saya punya seorang teman yang biasanya akan langsung berkomentar, ”Aaah, Endonesa teaaa…” Well, untuk sekadar menghibur diri, saya jadi teringat satu tebakan yang cocok untuk kasus ini. Pertanyaannya: Tiang apa yang seger? Jawabannya: Tiang-tiang makan es krim.

Pandasurya

(Juni 2007)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s