Tukul-Empat Mata Atawa Kocaknya “Kembali Ke Laptop”

Tukul Spiderman

Barang siapa yang pelit senyum lihatlah penampakan seorang Tukul Arwana. Dengan melihat casingnya saja, baik tampak samping, depan, atau belakang, pelawak satu ini dijamin bisa mengundang tawa. Bahkan hanya dengan melihat siluetnya pun mungkin orang bisa tersenyum. Boleh jadi karena alasan itulah seorang Tukul menjadi host dari acara talk show Empat Mata di TV 7 (Trans 7 sekarang). Gerak-geriknya di depan kamera bisa membuat orang tertawa terpingkal-pingkal.


Acara talk show itu, yang tadinya hanya ditayangkan sekali seminggu pada Minggu malam, kini dalam waktu kurang lebih tiga bulan sudah meningkat menjadi empat kali tayang dalam seminggu, yaitu dari Senin malam hingga Kamis malam, tepatnya setiap tukul 10 malam, maaf, pukul 22.00 WIB. Sangat boleh jadi acara ini nyaris menyapu bersih seluruh tayangan di stasiun TV lain pada jam yang sama.

Apalagi setelah tayangan Smack Down dilarang karena bisa ditiru anak-anak yang menontonnya hingga menyebabkan mereka bisa menemui ajal atau mengancam tulang rawan dan membuat rawan masa depan. Belakangan ini, acara Tukul ini juga bisa sebagai penyegaran yang jitu bagi mereka yang muak dengan rentetan berita soal video “esek-esek” anggota DPR atau berita da’i kondang yang berpoligami.

Tampang desa, rezeki kota. Begitulah Tukul sering menyebut dirinya. Lebih sering lagi ia mengaku sebagai mantan model atau cover boy. Pernyataan ini tentu mengundang tawa penonton. Betul seperti yang pernah ditulis di koran ini, Tukul dengan segala kekurangannya justru menjadi kelebihan acara itu. Bahkan di beberapa episode Empat Mata belakangan ini Tukul menyebutkan julukannya yang berkembang menjadi lebih mentereng, yaitu Tukul Sang Pendongkrak Rating dan Sharing! Hal ini terbukti dari seabrek iklan yang mengantre untuk tampil.

Selain karena dipandu oleh seorang Tukul, yang membuat Empat Mata juga digemari tentunya karena bintang tamu yang hadir biasanya wanita-wanita cantik, seksi, dan “hot” dengan penampilan “mengundang”. Sebutlah misalnya, untuk sekadar menyebut dua nama, Sarah Azhari dan Julia Perez (tentunya). Obrolan yang dibahas pun biasanya seputar “itu”, meski tidak selalu seputar “itu”. Apa pun bentuknya, seks memang selalu laku dijual.

Selain yang “hot-hot”, bintang tamu yang dihadirkan juga bisa dari jenis lain. Dari mulai Ucok Baba, Nadine Chandrawinata, dr. Boyke bahkan sampai Ki Gendeng Pamungkas. Pernah juga seorang bule asing, perempuan asal Kanada. Tak ketinggalan, artis dangdut Maria Eva pun masih merasa perlu numpang beken dengan mampir di Empat Mata beberapa hari lalu.

Ciri khas Tukul

Sejak awal acara Tukul memang sudah mengocok perut penonton dengan gaya salam pembukanya yang khas. Di awali dengan gerakan tangannya di seputar wajah yang seolah menarik-narik bibirnya yang monyong kemudian beralih ke arah telinga terus ke kepala dan di akhiri dengan tepuk tangan yang melambai-lambai. Gayanya inilah yang menjadi ciri khas seorang Tukul sekaligus merangsang tawa penonton.

Ditambah lagi ketika ia membuka acaranya dengan kalimat seperti ini : “Tumben, kali ini Empat Mata yang nontonnya manusia semua.” Kontan tawa penonton di studio dan di rumah pun meledak sejak menit pertama. “Soalnya yang kemarin tumbuh-tumbuhan semua.” Penonton meledak lagi. Hampir selama acara itu penonton memang nyaris tak bisa berhenti terpingkal-pingkal, kecuali saat jeda iklan barangkali. Inilah salah satu yang membedakan Empat Mata dengan talk show lain, yaitu rajinnya Tukul berinteraksi langsung dengan penonton di studio lewat celetukan dan banyolannya.

Gerik-gerik, tingkah polah Tukul selama acara berlangsung selalu memancing tawa dan membuat penonton betah untuk tidak berpindah saluran. Ada kalanya ia menirukan gerakan monyet atau artikulasi bahasa Inggrisnya yang sering belepotan campur muncrat. Termasuk celetukan-celetukannya yang mengundang tawa seperti “kutukupret”, “wong edan”, “wong ndeso”, atau “silent please, cooling down”. Satu yang paling kondang sekaligus akrab di telinga, tentunya “kembali ke laptop”.

Melalui laptop inilah Tukul membaca pertanyaan-pertanyaan untuk dilontarkan pada bintang tamunya. Tanpa laptop atau jika laptopnya mati maka Tukul yang gaptek alias gagap teknologi ini akan kerepotan seolah kehilangan modal utama pendukung acaranya. Rupanya, sebagai bentuk plesetan, kata “laptop” itu sendiri oleh Tukul diterjemahkan sebagai “Laki-laki Paling Top”, yaitu siapa lagi kalau bukan dirinya seorang.

Sebagai “Laki-laki Paling Top” Tukul menyadari betul bahwa seluruh wajahnya adalah aset, sebagaimana yang sering dikatakannya. Terutama bibirnya yang monyong itu dengan aksesoris “kumis lele” yang hanya beberapa helai di kiri kanan bibir. Rambut cepak ala tentara tapi bibir “dipelihara” tetap “gondrong”. Lengkaplah wajah Tukul yang satu paket itu menjadi sangat photogenic sekaligus camera face dari jenis lain.

Pesan Moral?

Tidak sepenuhnya keliru jika dikatakan, wajah Tukul, wajah televisi kita adalah wajah bangsa ini. Tentu banyak yang akan keberatan dengan pernyataan hiperbola ini. Namun, dalam telaah yang sederhana, sesungguhnya menjamurnya acara-acara komedi atau humor di televisi dengan segala variasinya, semakin mempertegas nasib rawan bangsa ini. Sebagian warga negeri ini kian sulit menikmati kehidupan sehari-hari. Kalaupun ada yang bisa melakukannya maka kebanyakan yang diperoleh justru kenikmatan hidup yang semu. Berita-berita di berbagai media banyak menunjukkan hal itu.

Indonesia memang butuh seorang seperti Tukul, penghibur di tengah kenyataan-kenyataan yang menjengkelkan hati dan membuat stres. Penghibur tulus nan ceria yang tak bermaksud menggurui atau mengajari dengan serius, muluk dan murung cara bersabar atau menenangkan hati yang galau.

Konon, bangsa yang dewasa adalah bangsa yang mampu menertawakan dirinya sendiri. Maka jawablah dalam hati, apakah kita sudah merasa sebagai bangsa yang dewasa, terutama dalam menyikapi kejadian sehari-hari.

Bagi mereka yang merasa masih perlu memetik pesan moral dari seorang pelawak seperti Tukul maka pesannya adalah hanya mereka yang mampu menikmati hidup yang akan sanggup bertahan di tengah dunia yang makin sibuk dan gila ini. Anda puas? Kalau belum mari kita kembali ke lap…top.

Pandasurya

Penggemar acara Empat Mata di Bandung


One thought on “Tukul-Empat Mata Atawa Kocaknya “Kembali Ke Laptop”

  1. mski dngn pnampilan pas2san aq sngt sal;ut bngt dngn prjuangn yg dtempuh sodara aq niE???

    aq adalah pnggmar bratx???ampek tmn2 q protes smua ktika album fs q pnuh dgn ftox maz tukul yang smakin hlang ktampananx??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s