Tentu kau masih mengenangnya,
ketika ingatanmu menjangkau masa lalu
Di suatu sore yang cerah secerah pagi
ibundamu bersabda lirih,
“Apa pun pilihan hidupmu, nak
jujurlah pada diri sendiri
jangan khianati hati nurani.”
Dan di lubuk hatimu yang terdalam
kau pun tahu
ibunda tak pernah minta lebih dari itu
(Februari 2004)
Posts Tagged ‘pagi’
Sabda Ibunda
Posted in Masih Puisiku, tagged hati, ibunda, nurani, pagi, sore on December 22, 2008 | Leave a Comment »
Pagi Ini Seperti Pagi Yang Lain
Posted in Download Sedoot, Masih Puisiku, Musik, tagged cermin, getar, hati, hidup, kaca, kosong, monty tiwa, pagi on July 25, 2008 | Leave a Comment »
Pagi ini seperti pagi yang lain
Kita akan bercerita tentang hari-hari yang berlalu
tanpa sedikit pun getar dalam hati
Sore itu kau berdiri di sana
menatap kosong ke arah jalanan yang basah
selepas hujan bulan Juli
“Jalanan seperti kaca,” katamu
“Orang-orang lalu-lalang, bergegas, begitu saja
silih berganti, datang dan pergi,
tanpa pernah bercermin
tanpa getar dalam hati
Dan tak seorang pun berani bertanya
untuk apa kita ada [...]






