Pada suatu hari yang tak mungkin
Setelah menempuh perjalanan jauh ke dalam batin
Kita berdua ‘kan duduk di sini
Di tepi telaga ini
Dilingkupi angin segar pagi hari
Dan hijau pepohonan menemani
Tapi karena jarak,
Ya, karena jarak
Kita terpisahkan berjauhan
Kau di seberang telaga sana
Aku di seberang sini
Namun tak ada jarak batin di antara kita
Lalu kita ‘kan saling bertatapan dalam diam
Seperti yang kau [...]
Posts Tagged ‘mati’
Pada Suatu Hari yang Tak Mungkin
Posted in Masih Puisiku, tagged angin, batin, bintang, cinta, dee, hidup, isma sawitri, matahari, mati, mimpi, pelangi, pepohonan, telaga on October 20, 2009 | Leave a Comment »
Mimpi
Posted in Kutipan, tagged hidup, isma sawitri, mati, mimpi, pelangi, selendang on September 30, 2009 | 2 Comments »
Hidup adalah bagian terbaik dari mati
Dan kau adalah bagian terbaik dari mimpi
(Isma Sawitri, Selendang Pelangi, h. 38)
Nasib
Posted in Kutipan, tagged filsuf, lahir, mati, nasib, soe hok gie, umur, yunani on May 5, 2009 | 3 Comments »
Seorang filsuf Yunani pernah berkata bahwa nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan tersial adalah umur tua.
“A Greek philosopher once wrote… The best fate is that of the unborns, the second one is that of those born yet die young, and the worst is that of those who die in [...]
Tanah Tumpah Darah
Posted in Kutipan, tagged amerika, bangsa, hidup, indonesia, jepang, mati, tanah air on June 28, 2008 | Leave a Comment »
…sebab mencintai tanah air, nak, adalah merasa jadi bagian dari sebuah negeri, merasa terpaut dengan sebuah komunitas, merasa bahwa diri, identitas, nasib, terajut rapat, dengan sesuatu yang disebut Indonesia, atau Jepang, atau Amerika. Mencintai sebuah tanah air adalah merasakan, mungkin menyadari, bahwa tak ada negeri lain, tak ada bangsa lain, selain dari yang satu itu, [...]






