(Resensi novel “Perahu Kertas” Dee)
Hai Dee yang baik,
Perkenalkan, saya salah seorang pembaca Perahu Kertas (PK). Kita memang belum pernah kenal sebelumnya. Tapi pastinya saya sudah tau seorang Dewi “Dee’ Lestari karena kamu penulis dan penyanyi terkenal di negeri ini.
Kalau boleh, Dee, izinkan saya menulis surat ini. Anggaplah ini sekadar kesan-kesan saya setelah membaca PK. Tapi [...]
Posts Tagged ‘manusia’
Surat Neptunus Buat Dewi ‘Dee’ Lestari
Posted in Artikel, Buku, Tulisanku, tagged aquarius, cinta, dee, dewi lestari, dongeng, kertas, manusia, novel, pelukis, penulis, perahu, Zen on October 20, 2009 | 3 Comments »
Najis
Posted in Kutipan, tagged gm, laut, manusia, najis, Nietzsche, sungai, zarathustra on April 15, 2009 | Leave a Comment »
Sesungguhnyalah, manusia itu sebatang sungai yang tercemar, dan orang harus jadi sehamparan laut untuk menerima sebatang sungai yang tercemar tanpa ia sendiri jadi najis
(F. Nietzsche dalam “Zarathustra”, seperti dikutip GM dalam “Setelah Revolusi Tak Ada Lagi”, h. 193)
Pramoedya, Multatuli, dan Kartini
Posted in Masih Puisiku, tagged kartini, manusia, multatuli, pramoedya on January 15, 2009 | Leave a Comment »
Mungkin Pramoedya pernah membayangkan:
Kartini duduk terdiam merenung
Dalam renungannya ia dengarkan suara humanis Multatuli:
“Tugas manusia adalah menjadi manusia…”
(April-Sept ‘06)
Manusia
Posted in Kutipan, tagged goenawan mohamad, manusia, sejarah, trauma on July 7, 2008 | Leave a Comment »
Hanya mereka yang mengenal trauma, mereka yang pernah dicakar sejarah, tahu benar bagaimana menerima kedahsyatan dan keterbatasan yang bernama manusia (GM, Caping 4, h. 245)
Surga-Neraka
Posted in Masih Puisiku, tagged bintang, langit, malam, manusia, nasib, neraka, sore, surga, tuhan on April 21, 2008 | 37 Comments »
Langit itu Sore, kawan
Malam Itu Bintang
Kita berdiri di sini
Tanpa pernah tahu
ke mana Nasib akan mengalun
Mungkin ke surga
mungkin ke neraka
atau tidak keduanya
Manusia berusaha, katamu
Tapi Tuhan mengecewakan
-April ‘08
Kenyataan
Posted in Kutipan, tagged kamus, kemajuan, kenyataan, manusia, pramoedya on March 31, 2008 | Leave a Comment »
Kita semua harus menerima kenyataan, tapi menerima kenyataan saja adalah pekerjaan manusia yang tak mampu lagi berkembang. Karena manusia juga bisa membikin kenyataan-kenyataan baru. Kalau tak ada orang mau membikin kenyataan-kenyataan baru, maka “kemajuan” sebagai kata dan makna sepatutnya dihapuskan dari kamus umat manusia.
[...]






