Diterjemahkan dari “Global Warming and Art” by John Luther Adams
Sebagian orang mengatakan dunia akan hancur oleh api. Yang lain lagi bilang oleh es. Di sini, di Alaska, wilayah yang diliputi salju dan es, kami mulai merasakan api.
Di musim panas tahun 2000 suku Inupiat di Barrow—pemukiman paling jauh di utara Amerika Utara—mengalami badai petir pertama kali [...]
Read Full Post »
Posted in Tulisanku, tagged baduy, bangladesh, bumi, coca cola, desa, global warming, jepang, kota, kripik kentang, mutiara, odol, paramitha rusady, sabun, sampo, sinetron, sungai, tokyo on May 12, 2008 | 1 Comment »
Suatu kali di malam yang dingin, di tepi sebuah jalan di Tokyo, seorang warga Indonesia pernah ditanya seorang arsitek Jepang, “Tahukah Tuan,” tanyanya, “berapa jumlah tenaga listrik yang dipakai oleh mesin jajanan yang menawarkan Coca-Cola dan kripik kentang di seberang jalan itu?”. Yang ditanya tentunya tidak tahu dan hanya menjawab dengan gelengan kepala. Sang arsitek [...]
Read Full Post »