Posted in Masih Puisiku, tagged abadi, angin, bajingan, bangku, bulan, dunia, hening, hidup, langit, nasib, preman, senja, sunyi, taman, tuhan on July 9, 2009 | 2 Comments »
di suatu senja tak berangin
dua orang kawan lama bertemu tak sengaja
setelah sekian lama tak berjumpa
sebuah bangku taman jadi saksi perjumpaan
perbincangan pun digelar :
kisah klasik tentang garis nasib yang berlainan
satu preman, satu lagi bajingan
perbincangan berlangsung lama tanpa jeda
tak terasa waktu mengalir ke ujung senja
matahari beranjak tenggelam segera berganti bulan
hari mulai malam
perbincangan memasuki “injury time”
sebagai muara percakapan,
pertanyaan [...]
Read Full Post »
Posted in Masih Puisiku, tagged alam semesta, bahagia, bahasa, cahaya, cerita, cinta, diri, duka, dunia, getar, hampa, hati, hidup, jiwa, kata, kehidupan, kemanusiaan, kesadaran, ketulusan, luka, pikiran, sanubari, sastra, seni, tangis, tawa, tuhan on May 18, 2009 | 3 Comments »
Di suatu masa, entah kapan dan di mana
Seseorang mungkin akan bertanya kepadamu,
“Kenapa dirimu membaca sastra?”
Dan inilah jawabmu:
“Karena sastra, yang pertama dan utama, memberi pelajaran tentang hidup
Pelajaran yang tak didapat di ruang-ruang kelas mana pun
Karena sastra adalah seni
Seni bercerita, seni kata, gaya bahasa, pilihan kata,
cara pengungkapan penuh makna
Karena sastra bisa mengetuk pintu hati untuk sampai pada [...]
Read Full Post »
Posted in Kutipan, tagged beta, dunia, Ibu, masa, surya on December 22, 2008 | Leave a Comment »
(Untuk semua Ibu di seluruh dunia)
Kasih Ibu kepada Beta
Tak terhingga Sepanjang Masa
Hanya Memberi Tak Harap Kembali
Bagai Sang Surya Menyinari Dunia..
*Selamat Hari Ibu.. 22 Desember
Read Full Post »