Tujuh bulan lalu

IMG10775-20140521-0956-ed

Tujuh bulan lalu tanganmu mengepal, nak, beberapa saat setelah keluar dari perut ibumu.

Kehidupan baru tlah lahir. Dunia menyambutmu dengan segala ketakterdugaannya.

Ayah tak tau, apakah semua bayi baru dilahirkan memang mengepalkan tangan seperti itu.

Tapi mungkin itu jadi semacam pertanda atau pengingat:
manusia sudah melawan takdirnya sejak dia dilahirkan.

Meski pada akhirnya kita tau,
ke mana nasib akan mengalun

Peluk erat dan cium hangat dari ayah ibumu, nak, yang tak henti-hentinya mengangumi perkembanganmu sejak lahir

Hari itu, Selasa pagi, 20 Mei 2014.

(Desember, 2014)

Dongeng buat bubu

IMG10727-20140420-1031
Delapan bulan yang lalu
gadis itu harap-harap cemas menunggu

semua bermula dari tegur sapa ala kadarnya di suatu hari yang tak pernah lepas dari kata
waktu itu dua tahun lalu

gadis itu bertemu seseorang
di suatu tempat ketika jari-jari menari di antara pikiran yang berkejaran

waktu memang tak pernah menunggu, ujar si gadis itu

tapi matanya terlanjur melihat lelaki itu
di ruang yang sama
tempat dia dan pikirannya berpacu

beberapa bulan berlalu
kini si gadis makin sering bertemu dengan lelaki itu
kadang hampir sepanjang waktu
ketika malam hampir menyapa pagi

sampai suatu hari
keduanya menyadari:
ternyata mereka bertukar asal diri,
ruang dan waktu seperti punya pesannya sendiri

lalu malam itu pun tiba
si lelaki memberanikan diri
menghadap orang tua si gadis

dengan getar hati penuh ketegangan
permohonan disampaikan
lalu jawaban pun datang:
mereka direstui

si gadis senang bukan kepalang
si lelaki lega melepas ketegangan
tapi keduanya masih jaim-jaiman
tanggal pun ditetapkan:
hari baik itu jatuh sepekan setelah hari kemerdekaan

lalu waktu memang tak pernah menunggu

delapan bulan lalu
setelah segalanya disiapkan
si gadis harap-harap cemas menunggu
wajahnya merona dipoles riasan

detik-detik penentuan akan segera dibacakan

si gadis dan lelakinya duduk berdampingan menghadap penghulu

keluarga, kerabat, dan tamu menunggu,
lalu doa dilantunkan
setelah kata janji diucapkan
inilah yang dirasakan: semuanya terasa ringan
si gadis dan lelakinya resmi berpasangan

tapi yang juga membekas di ingatan adalah
hari itu langit begitu cerah
mereka sumringah
teman-teman berdatangan mengucap selamat hidup baru

dan kini sudah delapan bulan berlalu

tahun berganti, matahari masih sama, di langit yang itu-itu juga

tapi bagi mereka ada sesuatu yang berbeda
yang membuat semuanya takkan pernah lagi sama
sebulan lagi lelaki itu akan menjadi ayah dan gadis itu akan menjadi ibu
mereka bakal punya momongan

dan tepat hari ini, 30 tahun lalu
seorang bayi perempuan lahir, dia tumbuh jadi si gadis itu
lalu kini dia akan menjadi ibu

Selamat ulang taun, En
Selamat kelak jadi ibu
Semoga sehat-sehat selalu

***

Rumah biru, 20 April 2014
02.20 WIB

Kaki Gunung Salak, Suatu Pagi

Entah kenapa
tiap kali menatap langit pagi,
kau teringat kata-kata ini:

“Kita lahir terlalu pagi
untuk terlambat mati..”

Kau tau, en, kata-kata itu terdengar seperti ungkapan penyesalan
dari mereka yang tak mampu mengubah keadaan

Dan terkadang, ketika kita tak bisa mengubah keadaan,
bukan berarti kita bisa berdamai dengan kenyataan

sementara yang lain akan bilang,

“Lihatlah pagi apa adanya, bukan apa yang seharusnya..”

mungkin yang sebenarnya terjadi adalah ini:
tiap zaman menciptakan paginya sendiri

tapi di hari-hari ini
orang mungkin terlalu bergegas untuk sekadar mengingat embun pagi

atau sebaliknya, mereka akan bilang,
tak ada kata terlalu pagi untuk mengingat mati. Entahlah.

yang pasti ini pagi, en
dan kita masih di sini
jalanan masih hijau
udara bening dan
air masih dingin
juga angin

pagi ini doa terasa lebih hening

(Maret-April 2013)

DSC_0070-ed3

DSC_0149-ed3

DSC_0216-ed3

DSC_0252-ed3

DSC_0228-ed3

DSC_0224-ed3